Banner

Kantor Pusat

PT TRANS MARGA JATENG
Jl. Murbei No. 1 Sumurboto
Semarang 50269 Indonesia
Telp. (024) 7475 222, 7475 735
Fax (024) 7475 735
Email : admin@transmargajateng.com

LEWAT TOL BAWEN-SALATIGA : Waspadai Tikungan Irung Petruk dan Senjoyo

 

Suasana ruas jalan tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (26/6/2016). Ruas yang merupakan bagian dari Tol Trans-Jawa itu rencananya akan dibuka sementara untuk alternatif jalur mudik mulai H-7 Lebaran.

 

BAWEN --  PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator jalan tol Semarang-Solo telah menyiapkan rambu-rambu peringatan, marka jalan, serta pembatas jalan di sejumlah titik rawan di ruas jalan tol Bawen-Salatiga.

Kendati demikian, karena kontur jalan yang berkelok dan turunan tajam ditambah minimnya penerangan, pemudik diimbau untuk ekstra hati-hati dan memastikan kendaraan dalam kondisi yang prima.

"Sebagai antisipasi, kami juga akan menyiagakan kendaraan patroli TMJ serta mobil derek, di jalur alternatif ini," kata Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Ali Zainal Abidin, Rabu (29/6/2016).

Ia mengatakan, secara umum jalan alternatif ini memiliki panjang 17 kilometer. Namun, hanya sepanjang 14 kilometer yang sudah siap digunakan sebagai jalur alternatit mudik dan balik Lebaran 2016.

Selain itu, karena minimnya fasilitas penerangan jalan di sepanjang jalan proyek ini, maka jalur alternatif ruas Bawen-Salatiga ini tidak bisa dimanfaatkan pada malam hari.

"Hanya efektif mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00," kata dia.

Jalan tersebut merupakan jalan proyek yang diperkeras dengan menggunakan beton setebal 7 sentimeter. Petugas juga telah melakukan penyemprotan pada jaln tersebut untuk menghilangkan sisa tanah dan mengurangi emisi debu.

"Kami sudah membersihkan tanah sisa proyek dan membuat marka pada jalur alternatif ini. Selain itu juga telah memfasilitasi rambu-rambu peringatan dan gate post di sisi kanan dan kiri jalan proyek ini," kata dia.

General Manager Operasi dan Teknik Prajudi menerangkan, di sepanjang jalur alternatif ini, selain ada sejumlah titik simpang sebidang, ada dua jalur yang medannya cukup rawan kecelakaan. Keduanya berupa tikungan tajam seperti huruf S pada jalan yang menurun dan diakhiri tanjakan panjang.

Kedua jalur rawan tersebut adalah tikungan Senjoyo dan tikungan "Irung Petruk" (arah jalan menyerupai hidung petruk) di antara ruas Tuntang dan Senjoyo.

Tikungan Senjoyo terbentuk karena jembatannya belum siap. Hingga Rabu (29/6/2016) malam, pekerjaan jembatan dipercepat.

Jembatan sepanjang 170 meter ini diperkirakan sudah bisa dilewati dua hari sebelum Lebaran nanti.

Setiap simpang sebidang, kata Prajudi, dilengkapi pos dan petugas yang akan mengamankan jalur alternatif ini. Jika memang harus digunakan, jalan ini nantinya hanya akan difungsikan untuk satu arah.

"Fungsi petugas ini tidak hanya membantu warga yang akan menyeberang. Petugas ini juga akan menghalau jika ada warga yang melintas melawan arus saat jalur alternatif tersebut dimanfaatkan," kata Prajudi.

Ali mengimbau jika jalur alternatif ini dimanfaatkan, maka para pengguna jalan harus tetap waspada dan berhati-hati dengan kondisi medan.

Selain itu, kendaraan pemudik yang digunakan juga harus benar-benar dalam kondisi prima untuk melintas di jalur alternatif ini.

Sumber : TRIBUNJATENG.COM

 

Last Updated on Monday, 14 November 2016 15:21