Banner

Kantor Pusat

PT TRANS MARGA JATENG
Jl. Murbei No. 1 Sumurboto
Semarang 50269 Indonesia
Telp. (024) 7475 222, 7475 735
Fax (024) 7475 735
Email : admin@transmargajateng.com

PT TRANS MARGA JATENG RAIH BINTANG TIGA PENILAIAN JALAN HIJAU 2016

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balitbang Pembangunan Jalan dan Jembatan Hijau menyelenggarakan Pemeringkatan Jalan Hijau Tahun 2016. Pemberian Penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-71 dan Jakarta Infrastructure Week. Tujuan acara ini ialah untuk memberikan Penghargaan kepada masyarakat Jasa Konstruksi termasuk badan usaha Jasa Konstruksi maupun Individu yang memiliki dedikasi tinggi, inovasi, serta kreatif untuk kemajuan dan perkembangan sektor konstruksi di Indonesia. Aspek yang dinilai antara lain :

1. Kategori Konservasi Lingkungan Air, Udara dan Alam;

2. Kategori Transportasi dan Masyarakat;

3. Kategori Aktivitas Pelaksanaan Konstruksi;

4. Material dan Sumber Daya Alam;

5. Kategori Teknologi Perkerasan. Penghargaan Pemeringkat Jalan Hijau,

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR 2016 dengan Peringkat Tiga Bintang yaitu :

 

1. Dinas Bina Marga Pemerintah Kota Semarang untuk Proyek Jalan Tembus Jl. Kartini – Jalan Gajahmada Kota Semarang;

2. Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga Pemerintah Kabupaten Gresik untuk Proyek Pembangunan dan Peningkatan Jalan Karang Andong – Kesamben Kulon – Perning Kabupaten Gresik;

3. PT Trans Marga Jateng untuk Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap I Ruas Semarang – Bawen;

4. Pemerintah Kota Bekasi untuk Proyek Pembangunan Jembatan dan Pelebaran di sekitar Pintu Tol Bekasi Timur.

 

PT Trans Marga Jateng memperoleh Bintang Tiga, dengan ini menjadi tanggung jawab besar bagi PT Trans Marga Jateng untuk mempertahankan peringkat yang didapatkan. Jalan Tol Semarang – Solo memiliki Panorama yang menarik dari kontur tanah yang berlembah, jembatan yang dibangun melewati lembah sampai jalan yang membelah bukit di sekitar ruas Ungaran – Bawen, sehingga PT Trans Marga Jateng dinobatkan menjadi Jalan Tol Panoramic. Dari Lima Aspek yang dinilai oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat,PT Trans Marga Jateng memiliki semua dari Konservasi Lingkungan, Transportasi Masyarakat, Pelaksanaan Konstruksi, Material dan Sumber Daya Alam, dan Teknologi Perkerasan.

Last Updated on Monday, 19 December 2016 15:04
 
LEWAT TOL BAWEN-SALATIGA : Waspadai Tikungan Irung Petruk dan Senjoyo

 

Suasana ruas jalan tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (26/6/2016). Ruas yang merupakan bagian dari Tol Trans-Jawa itu rencananya akan dibuka sementara untuk alternatif jalur mudik mulai H-7 Lebaran.

 

BAWEN --  PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator jalan tol Semarang-Solo telah menyiapkan rambu-rambu peringatan, marka jalan, serta pembatas jalan di sejumlah titik rawan di ruas jalan tol Bawen-Salatiga.

Kendati demikian, karena kontur jalan yang berkelok dan turunan tajam ditambah minimnya penerangan, pemudik diimbau untuk ekstra hati-hati dan memastikan kendaraan dalam kondisi yang prima.

"Sebagai antisipasi, kami juga akan menyiagakan kendaraan patroli TMJ serta mobil derek, di jalur alternatif ini," kata Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Ali Zainal Abidin, Rabu (29/6/2016).

Ia mengatakan, secara umum jalan alternatif ini memiliki panjang 17 kilometer. Namun, hanya sepanjang 14 kilometer yang sudah siap digunakan sebagai jalur alternatit mudik dan balik Lebaran 2016.

Selain itu, karena minimnya fasilitas penerangan jalan di sepanjang jalan proyek ini, maka jalur alternatif ruas Bawen-Salatiga ini tidak bisa dimanfaatkan pada malam hari.

"Hanya efektif mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00," kata dia.

Jalan tersebut merupakan jalan proyek yang diperkeras dengan menggunakan beton setebal 7 sentimeter. Petugas juga telah melakukan penyemprotan pada jaln tersebut untuk menghilangkan sisa tanah dan mengurangi emisi debu.

"Kami sudah membersihkan tanah sisa proyek dan membuat marka pada jalur alternatif ini. Selain itu juga telah memfasilitasi rambu-rambu peringatan dan gate post di sisi kanan dan kiri jalan proyek ini," kata dia.

General Manager Operasi dan Teknik Prajudi menerangkan, di sepanjang jalur alternatif ini, selain ada sejumlah titik simpang sebidang, ada dua jalur yang medannya cukup rawan kecelakaan. Keduanya berupa tikungan tajam seperti huruf S pada jalan yang menurun dan diakhiri tanjakan panjang.

Kedua jalur rawan tersebut adalah tikungan Senjoyo dan tikungan "Irung Petruk" (arah jalan menyerupai hidung petruk) di antara ruas Tuntang dan Senjoyo.

Tikungan Senjoyo terbentuk karena jembatannya belum siap. Hingga Rabu (29/6/2016) malam, pekerjaan jembatan dipercepat.

Jembatan sepanjang 170 meter ini diperkirakan sudah bisa dilewati dua hari sebelum Lebaran nanti.

Setiap simpang sebidang, kata Prajudi, dilengkapi pos dan petugas yang akan mengamankan jalur alternatif ini. Jika memang harus digunakan, jalan ini nantinya hanya akan difungsikan untuk satu arah.

"Fungsi petugas ini tidak hanya membantu warga yang akan menyeberang. Petugas ini juga akan menghalau jika ada warga yang melintas melawan arus saat jalur alternatif tersebut dimanfaatkan," kata Prajudi.

Ali mengimbau jika jalur alternatif ini dimanfaatkan, maka para pengguna jalan harus tetap waspada dan berhati-hati dengan kondisi medan.

Selain itu, kendaraan pemudik yang digunakan juga harus benar-benar dalam kondisi prima untuk melintas di jalur alternatif ini.

Sumber : TRIBUNJATENG.COM

 

Last Updated on Monday, 14 November 2016 15:21